mari kejar islam

kisah nyata : kisah sukses seorang pemulung sampah

Posted on: 22 Januari 2011


M. Risfa Rasman Mugnie
Tue, 01 Jan 2008 20:27:39 -0800

*Sunarno*

Inilah kisah Bapak Sunarno, seorang mantan pemulung yang sekarang menjadi
orang kaya berkat ketekunannya menjalankan bisnis MLM Forever Young
Indonesia. Kesuksesannya menarik perhatian Rhenald Kasali sehingga Bapak
Sunarno menjadi bintang tamu dalam acara SOLUSI RHENALD KASALI di ANTeve di
awal tahun 2002. Tulisan ini diambil dari Majalah berWirausaha (EDISI
01/Tahun/2002, halaman 10-11) dengan judul Sunarno: *Sing Penting Niat dan
Mau.*

*Dulu ia mencari nafkah dengan mengais-ngais sampah. Kini ia jadi jutawan
MLM karena mensukseskan orang lain. *

**

*Bapak Sunarno, dalam majalah berWirausaha*
Jangan sekali-kali meremehkan pemulung. Lewat bisnis MLM, pemulung pun bisa
jadi jutawan. Setidaknya begitulah yang dialami Sunarno. “Saya sendiri tidak
membayangkan, setelah menemukan usaha ini ternyata kok lebih cepat daripada
rekan-rekan yang lebih mapan dan berpendidikan,” tutur pria kelahiran Solo,
5 Agustus 1961 ini.

Kesuksesan Pak Sunarno menarik perhatian Bapak Rhenald Kasali, sehingga Pak
Rhenald secara khusus mengundang Pak Sunarno dalam acara SOLUSI Rhenald
Kasali di ANTeve di awal tahun 2002 lalu

Prestasi yang diraihnya memang paling cepat dibanding yang lain. Hanya dalam
kurun 27 bulan, ia berhasil menempati peringkat Senior Network Director,
posisi tertinggi di Forever Young MLM. Jaringannya kini sudah lebih dari 100
ribu orang, tersebar di seluruh Indonesia. Seiring dengan itu, penghasilan
di atas Rp15 juta per bulan, sepeda motor, mobil, rumah, dan berbagai bonus
wisata ke luar negeri telah dinikmatinya.

*Berebut bonggol kubis*

Lantaran lahir dari keluarga miskin, Sunarno hanya bisa menamatkan SD. Lebih
prihatin lagi, sejak kecil ia sudah yatim piatu. Terpaksa ikut orang ke
beberapa kota, jadi kacung untuk sekedar bisa hidup. Tapi itu tidak lama
dilakoni. Ketika kembali ke Solo, akhirnya ia memilih profesi pemulung. Kok
jadi pemulung? “Saya bosan jadi kacung yang selalu disuruh-suruh orang. Jiwa
saya ingin kebebasan,” jawabnya.
Tinggal di daerah kumuh yang berjarak 500 meter dari tempat pembuangan
sampah. Pekerjaannya mengais-ngais sampah, mengumpulkan barang bekas.
Plastik dan kardus jadi incarannya. Setiap hari ia bersama teman-teman
menanti datangnya truk sampah. Begitu mobil pembawa rejeki tiba, mereka
berlarian mendekat, lalu berebut barang-barang bekas – siapa cepat, dia
dapat. “Apalagi yang namanya balung (tulang sapi – red). Itu ibarat emas
bagi kami. Nilainya tinggi kalau dijual,” jelas ayah dua anak ini.

Ia sendiri pernah merasa amat bahagia sewaktu mendapatkan bonggol kubil
(kol). Soalnya “benda berharga” itu didapatnya setelah mengalahkan beberapa
saingan. Lewat “kompetisi” yang ketat ia berhasil mendapatkannya. “Hati saya
bangga dan puas karena itu suatu prestasi,” katanya tersenyum. Ada satu hal
lagi yang membahagiakan hatinya, yaitu saat menyetel radio tatkala masih
hidup di kolong jembatan.”Sayangnya tak terkira, sama bahagiannya dengan
orang naik Mercy atau Volvo,” tambah ayah tiga anak ini.

Sinar terang perubahan hidup mulai tampak pada 1994, ketika tetangganya
memperkanalkan bisnis MLM. Hampir tiap hari tetangga sebelah bercerita,
walau kadang-kadang ia tidak menangkap maksudnya. Maklum cuma lulusan SD.
Jangankan ngerti, untuk hafal nama MLM yang berbahasa Inggris itu saja susah
banget. “Seminggu belum hafal,” katanya tertawa. “Tadinya saya nggak
mikirin. Tapi lantaran sering dengar dan lihat, lama-lama hafal juga.”

*Kuncinya keyakinan*

Setelah belajar dan ditempa dalam berbagai training dan seminar, dalam
hatinya timbul keyakinan. Mulailah ia menjalani bisnis MLM sepenuh hati.
Pagi hari, sesuai profesi, ia cari barang-barang bekas. Siangnya, setelah
mandi, pergi memprospek orang.

Di usaha apa saja pasti ada tantangan. Sunarno pun begitu. Dibilang ngeyel
atau mimpi, itu masih halus. Soalnya, ada yang mencercanya bagai cicak makan
tiang. Namun itu tidak mengecilkan hatinya, sebab sejak kecil ia sudah
terbiasa dengan kompetisi dan tantangan. “Itulah yang mendorong saya untuk
maju. Orang gagal itu biasanya engga mau menghadapi tantangan. Kalau engga
siap mental, yang paling mudah dilakukan adalah berhenti,” kata pria yang
gemar bertani ini.

Menurut Sunarno, kunci keberhasilannya hanya satu: keyakinan. Sebab
keyakinan itu seakan-akan kenyataan. Ia tumbuh dari penguasaan materi dan
belajar dari orang-orang sukses. Bila ingin sukses, bergabunglah dengan
orang-orang sukses, minimal ketularan. Motivasinya dalam berusahan sederhana
saja: kalau orang lain bisa, kenapa saya tidak bisa. Pasti bisa!

“Sekarang usaha itu persaingannya ketat, minimal butuh modal besar. Tapi di
bisnis MLM yang saya tekuni ini, sing penting niat dan mau. Nggak perlu jadi
pemulung dulu kayak saya. Setelah itu, tinggal melakukan. Perlu tindakan.
Itulah modal yang paling utama,” tandasnya.

Lucunya, dulu karena tinggal di tempat kumuh, sebagian orang belum mau
menerima ajakannya. “Kalau kamu berhasil, baru saya mau ikut,” kata mereka.
Namun setelah berhasil, Sunarno menagih janji. Mereka menjawab, Lha iya,
terang saja Pak Narno sekarang sudah berhasil kok.” Jadi lagi-lagi saya yang
disalahkan,” katanya sembari tertawa kecil. “Itu soal mental. Semua itu
kembali ke pribadi masing-masing.”

Bila teringat kehidupan masa lalu, Sunarno masih diliputi rasa haru. Jadi
ketika dapat fasilitas rumah dari MLM, Sunarno sengaja memilih di Mojosongo,
daerah yang ia huni dulu agar tidak lupa pada sejarah. Tapi bila dulu orang
meremehkannya, sekarang lain, “Kalau lingkungan butuh sesuatu, saya yang
lebih dulu dimintai sumbangan,” ujarnya.

*Ingin mengukir sejarah*

Banyak sudah suka duka yang dialami Sunarno selama menjalankan MLM. Yang
berkesan adalah rekan-rekan, khususnya dalam jaringannya, selalu merujuk
pada latar belakangnya. “Pak Narno yang pemulung saja bisa, kok saya tidak
bisa.” Mereka terpacu dengan itu. Juga sewaktu dinobatkan sebagai Manager
pertama kali, ia tidak mengira bakal dimintai bicara di depan umum. “Saya
sangat terharu. Dengan terbata-bata saya ceritakan perjalanan hidup saya.”

Kehidupan itu, menurut Sunarno, ibarat tiada gelombang yang indah tanpa
menerjang karang. Banyak orang mendambakan hidup aman, damai, tenteranm,
bahagia dan sejahtera. Hidup seperti ini ideal sekali. “Bagi saya hidup itu
sederhana saja, minimal kita punya cita-cita, yaitu sukses dalam segala
bidang. Tapi untuk itu diperlukan tindakan, rencana, tujuan, komitmen,
keyakinan, mengenal diri, dan cinta. Itu semua merupakan mata rantai yang
tak terpisahkan.”

Ia mengaku, waktu kecil tidak punya cita-cita lantaran miskin. Semua
dijalani saja. Cita-cita itu baru terbentuk setelah ia bergabung dengan MLM.
Sunarno ingin berbakti pada bangsa dan negara. “Ukuran saya bukan
penghasilan lagi. Tapi tanggungjawab kepada negara untuk menciptakan suasana
yang baik lewat usaha MLM. Misi saya ingin menolong orang yang tidak punya,
karena falsasah hidup untuk mengasihi dan melayani telah tertanam dalam diri
saya. Falsafah dan misi itu penting dalam segala usaha.”

Selain itu Sunarno ingin umur panjang. Dalam arti bisa mengukir sejarah
sehingga tetap dikenang walau kelak sudah tiada. Maka, dalam kamusnya tidak
ada kata terlambat untuk belajar. Tiga tahun lalu bersama sang istri, ia
mangambil penyesuaian SMP dan SMA. Bahkan kini ia kuliah dobel. Pagi ambil
Pertanian di Universitas Pembangunan Solo, malam kuliah di Fakultas Hukum
Unisri.

Kok sampai dobel? “Saya tertarik di pertanian karena melihat Indonesia jauh
tertinggal di bidang itu. Padalah kondisi alamnya sangat kaya. Orientasi
saya adalah membudayakan pola tanam organik, dan hasil dari pertanian ini
kita bisa memberikan sumbangan kepada negara. Sementara itu, saya kuliah di
hukum supaya tahu mana benar dan mana yang perlu diluruskan,” paparnya.

Sebelum berpisah, ia berpesan kepada rekan-rekan dalam jaringannya agar
tidak gampang menyerah, siap dikritik, semangat menyala-nyala, selalu
berjuang, rela berkorban, dan berdoa. “Beranilah mengambil keputusan, karena
keputusan itulah langkah awal sukses.”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Selamat

selamat datang di bloger Moh. syarifuddin

kata gori

kalender

Januari 2011
S S R K J S M
    Mar »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Top Posts & Halaman

Blog Stats

  • 3,230 hits

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabunglah dengan 2 pengikut lainnya.

milan

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

Klik tertinggi

  • Tidak ada
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: